rakernas 2012

Hutan Unhas Pusat Rehabilitasi Napza

MAKASSAR - Hutan pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menjadi lokasi pembinaan bagi pecandu napzadi Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka akan menjalani pembinaan berbasis konservasi sumber daya alam setelah menjalani proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Napza Baddoka.

Penetapan lokasi ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dengan Unhas.  Tidak hanya itu, pada 26 juni mendatang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan mendeklarasikan Hari Anti Narkoba di kawasan hutan yang berada di Bengo, Kabupaten Maros, itu.

Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi menjelaskan, angka pengguna napza di Sulsel cukup tinggi. Dari data BNN, angka prevalensi penyalahgunaan napza di Sulsel pada 2008 1,80 persen atau 103.849 orang, meningkat menjadi 2,04 persen atau 121.773 orang pada 2010, bahkan diperkirakan meningkat menjadi 2,08 persen atau 125.730 orang pada akhir 2011.

Jika dilihat dari tren perkembangannya, maka setiap tahunnya, pengguna napza di Sulsel mengalami peningkatan enam persen. Sehingga, pada 2015 angka tersebut diperkirakan menjadi 147.611 pengguna napza jika tidak mendapat penanganan yang tepat.

“Hutan ini dipilih karena ternyata suasana dan hawa yang ditawarkan hutan sangat bagus secara psikologis untuk rehabilitasi mantan pengguna,” ungkap Idrus baru-baru ini.

Dengan luas 3.600 ha, hutan pendidikan Unhas adalah laboratorium alam yang digunakan sebagai tempat praktik dan penelitian mahasiswa. Sesuai jenis tanamannya, hutan ini terbagi atas hutan alam dan hutan pinus. Hutan pendidikan Unhas memiliki potensi fisik, potensi biologi, dan potensi sosial yang strategis untuk dikelola sebagai pusat pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pelayanan kehutanan di Sulsel dan regional Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Aktivitas masyarakat di dalam dan di sekitar hutan pendidikan Unhas adalah bersawah, berkebun, dan beternak. Sebagian masyarakat juga melakukan kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu seperti pengambilan kayu bakar, penyadapan getah pinus, penyadapan aren, pembuatan gula aren, pengambilan benih tanaman mahoni dan pinus, pemanfaatan tanaman obat-obatan, jamur, dan lain-lain. Aktivitas masyarakat tersebut membentuk agroekosistem yang dapat menjadi tempat belajar bersama stakeholder. (Herni Amir/Koran SI/rfa)

sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/05/05/373/624274/hutan-unhas-pusat-rehabilitasi-narkoba

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>